Berita Terkini

Wah, Polisi dan Mahasiswa Bentrok?

Written By agung winanto on Rabu, 22 Mei 2013 | 14.33

PURWAKARTA, (jatiluhuronline.com) Aksi aliansi mahasiswa HMI dan PMII yang tergabung kedalam AMMP, di depan halaman Pengadilan Negeri Purwakarta berakhir ricuh.

Bentrokan terjadi akibat mahasiswa yang berorasi membakar ban bekas di tengah jalan, salah seorang anggota polisi mencoba memadamkan api.

Tidak setuju dengan aksi polisi menyemprotkan alat pemadam ke kobaran api, seorang mahasiswa berusaha menghalangi dan merebut pemadam api.

Tak ayal rebutan pemadam api jenis portable unit itu terjadi, namun karena mahasiswa kalah jumlah dengan aparat kepolisian, akhirnya polisi berhasil memadamkan api.

Namun sayangya, pihak kepolisian memadamkan api dengan cara membabi buta. Akhirnya, para mahasiswa terkena semprotan Dry Chemical powder. Salah seorang mahasiswa berteriak, "woi perih, kena mata."

Aksi unjuk rasa para mahasiswa ini di picu, karena kekesalan terhadap penegakan hukum di Purwakarta yang menurut mereka tidak adil dan tidak berpihak kepada korban pembunuhan.

" Kalian semua penegak hukum dibayar dan digaji oleh keringat rakyat, seharusnya kalian berpihak kepada rakyat dalam menegakkan hukum yang seadil-adilnya." teriak kordinator aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Purwakarta (AMMP).

Andi Salah satu pengunjuk rasa terkena pukulan oknum polisi menjawag singkat. "Nga tau kang, siapa yang mukul." ujarnya. Andipun sempat diamankan pihak kepolisian, karena merebut pemadam api. Disaat pengamanan tersebut, Andi mendapat pukulan.

"Tadikan banyak banget anggota yang mengerubuti, jadi saya tidak tau siapa yang memukul." keluh Andi.

Aksi unjuk rasa berlanjut, mahasiswa kembali membakar ban bekas. Namun aksi kali ini, pihak kepolisian membiarkan mahasiswa membakar ban ditengah jalan.

Para mahasiswa berencana akan melayangkan pengaduan, terhadap buruknya penegakan hukum di Kabupaten Purwakarta. Hal ini di tandai dengan mengirimkan surat ke KOMISI PENGAWAS KEJAKSAAN RI, KOMISI III DPR RI, MAKHAMAH AGUNG RI, KEJAKSAAN AGUNG  RI, KAPOLRI, dan KOMNASHAM.

Sebagaimana hasil saresehan yang telah dilaksanakan di Hotel Intan, dengan mendatangkan para pakar hukum dari perguruan tinggi Bandung. Para mahasiswa HMI, dan PMII yang tergabung kedalam AMMP, sepakat melayangkan surat tentang proses penegakan hukum yang terjadi di Purwakarta. (*).

Duh Kasihan, Keluarga Korban Histeris !

PURWAKARTA, (jatiluhuronline.com) Sidang kasus pembunuhan terdakwa Indra Purwanti. Selasa (22/05) hari ini di gelar. Dengan anggenda putusan majelis hakim Pengadilan Negri Purwarta Jawa barat.  

Persidangan yang di pimpin oleh hakim ketua Silviana Purba SH, beranggotakan  Indah Wastukancana SH, dan Bayuseno SH. Awalnya berjalan lancar, namun saat hakim membacakan putusan barulah kekisruhanpun terjadi.

Pembacaan putusan, disambut tangis histeris keluarga korban almarhum Iis. Hal ini dipicu, terkait putusan yang dijatuhkan, hanya 10 tahun penjara terhadap terdakwa Indra Purwanti. 

Pihak almarhum keluarga korban merasa tidak puas, dan menganggap putusan tersebut tidak adil. Hakim hanya menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara, kepada terdakwa Indra Purwanti.

Pihak keluarga korban berteriak- teriak dan menangis histeris dalam ruang sidang, sambil berkata. "Hakim tidak adil, seharusnya terdakwa dihukum mati."

Keluarga korban yang hadir di dominasi para kaum hawa, terlihat jelas raut wajah kecewa bercampur kesal terhadap putusan hakim pengadilan Negeri Purwakarta.

"Pelaku pembunuh anak saya, harus dihukum mati," teriak Mak Etty orang tua korban.

Teriakan dan tangisan keluarga korban membuat suasana gaduh didalam ruangan sidang, membuat aparat keamanan dari Polsek dan Polres Purwakarta pun harus bekerja ekstra mengamankan jalannya sidang. Dengan cara mendekati keluarga korban. Walaupun hakim belum selesai membacakan keseluruhan putusan, namun kegaduhan dan kericuhanpun terlanjur terjadi di ruangan persidangan. 

Persidangan ini sendiri, selalu menjadi pusat perhatian. Baik dari mahasiswa, maupun para pakar hukum Jawa Barat. Setiap kali sidang digelar, selalu ramai di beritakan berbagai media cetak lokal maupun nasional, baik dari cetak juga elektronik. (*)

2 Demo Warnai Harkitnas Di Purwakarta

Written By agung winanto on Senin, 20 Mei 2013 | 15.52

Purwakarta, (jatiluhuronline.com) Belasan anggota Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Purwakarta Jawa Barat melakukan aksi demonstrasi dengan cara menutup jalur akses Purwakarta-Bandung (Jalan Provinsi), tepatnya di perempatan depan Kantor Kecamatan Purwakarta. 

Akibatnya kemacetan tak terhindarkan, namun aksi pemblokiran jalan oleh para mahasiswa tidak berlangsung lama, karena aparat keamanan yang mengawal demo tersebut sigap mengatur lalulintas. 

Akhirnya aksi belasan mahasiswa HMI tersebut beralih, dengan cara berusaha mencegat sebuah kendaraan mobil tangki pengangkut BBM, namun hal inipun berhasil di antisipasi pihak kepolisian.

Aksi mahasiswa turun kejalan kali ini, karena menolak kenaikan harga BBM yang akan di naikan awal Juni mendatang. Mereka beralasan, bila BBM dinaikan maka akan membuat masyarakat tambah menderita. Karena saat BBM naik, maka secara otomatis kebutuhan pokok akan naik tajam dan berimbas kepada masyarakat miskin. Disamping tentunya akan menaikan pula harga ongkos kendaraan umum,dalam orasinya yang diungkapkan kordinator aksi menggunakan mikropon.

Para mahasiswa yang mulai terbakar emosi dan panasnya teriknya matahari, sambil berorasi mereka membakar poster sebagai bentuk protes. Bahwa mereka, menolak dengan tegas kenaikan harga BBM Juni mendatang.

Di tempat terpisah, puluhan karyawan PT. Sanfoo yang tergabung ke dalam PPMI melakukan demo di Disnakersostrans Kabupaten Purwakarta. Mereka menuntut agar pihak perusahaan PT. Sanfoo yang beralamat di Kecamatan Cibatu Purwakarta, memperhatikan para pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), untuk di angkat menjadi karyawan tetap di perusahaan tersebu.

Di samping tuntutan lainnya, yaitu masalah jam kerja lembur yang di bayar tidak sesuai dengan peraturan dan telah berlangsung lama. Selain itu juga, para karyawan menuntut perusahaan untuk membayarkan gaji sesuai dengan UMK Purwakarta (*)  

Hebat! Gelar Saresehan, Bahas Pembunuhan

Written By agung winanto on Sabtu, 18 Mei 2013 | 20.07


PURWAKARTA (jatiluhuronline.com). Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Purwakarta (AMMP) menggelar saresehan hukum pidana di Ruang Serbaguna Hotel Intan, Pada Hari Sabtu (18/05) guna membahas kasus pembunuhan pada tanggal 07 November 2012 lalu. 

Dalam acara tersebut yang menghadirkan nara sumber 2 orang guru besar hukum pidana, SOMA WIJAYA, SH, MH, Pengajar program Magister Ilmu Hukum Unpad, dan Muh.Irsan Nasution, SH, MH, Praktisi dan pengajar pasca sarjana UIN Bandung. Para pesertanya organisasi mahasiswa Purwakarta, yang terdiri dari HMI, PERMATA, PMII, dan masyarakat umum termasuk pihak keluarga korban.

Dalam pemaparannya Soma Wijaya mengatakan, bahwa Pasal yang di gunakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus pembunuhan di gang samolo Cipaisan Purwakarta 07 November 2012 dengan terdakwa Indra Purwanti, dinilainya JPU terlalu berani menggunakan pasal tunggal. Seharusnya JPU menuntut terdakwa dengan pasal berlapis, bukan hanya pasal tunggal 338 pembunuhan biasa.

"Padahal pasal lain bisa di kenakan terhadap terdakwa, yaitu pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau 20 tahun penjara. Kemudian pasal 365 KUHP, pembunuhan dengan pemberatan. Jika hal tersebut dikaitkan dengan bukti-bukti yang ada. Bahwa terdakwa membawa korek dan alkohol, untuk apa ada korek kalau dia tidak merokok? Termasuk untuk apa dia membawa alkohol? Kemudian juga bukti lainnya, pencurian uang 8 jutaan lebih, tas, dan hp korban yang di temukan di kamar terdakwa." ujar Soma

Hal senada juga di sampaikan pembicara Muh.Irsan Nasution, SH, MH, namun ia lebih cenderung menilai latar belakang dan motif hingga terjadinya pembunuhan. Menurtunya, latar belakang setiap kejadian tidak dapat dipisahkan untuk mengungkap motif yang sesungguhnya. Dan pihak kejaksaan, seharusnya mampu mengungkap hal tersebut demi untuk memberikan rasa keadilan tehadap keluarga korban.

Akhir acara menghasilkan sebuah kesepakatan, bahwa hasil dari saresehan tersebut akan dilaporakan ke pihak-pihak terkait. Sangat disayangkan, pihak-pihak yang berkompeten, seperti kejaksaan dan pengadilan tidak ada satupun yang datang. Padahal panitia penyelenggara, telah mengirimkan undangan kepada pihak kejaksaan negri dan pengadilan negri Purwakarta. (*)

Caleg Kembar Demokrat Purwakarta Cucu Orang Ternama

Written By agung winanto on Jumat, 17 Mei 2013 | 10.04


PURWAKARTA (jatiluhuronline.com) Calon Legislatif dari Partai Demokrat untuk dapil 5 bernama Sony Nurmansyah dan Sandy Nirmansyah untuk dapil 6 masing-masing bernomor urut 1, keduanya adalah saudara kembar.

Diketahuinya hal itu, secara tak sengaja jatiluhuronline.com, mengamati foto kedua caleg tersebut dan langsung menanyakan kepada pihak KPU Purwakarta. Ketua KPU Purwakarta, Deni Ahmad Haidar,  membenarkan. 

Bahwa ada pendaftar Caleg dari Partai Demokrat, dalam Daftar Calon Sementara (DCS)  memilki foto wajah sama persis. Melalui pesan singkat dari ponsel miliknya, yang dikirim ke jatiluhuronline.com.

Deni menyarankan, untuk lebih jelasnya agar mengklarifikasikan hal tersebut, ke partai yang bersangkutan. Tentang kebenaran informasi, kembar atau tidaknya caleg tersebut. Karena akan menarik perhatian masyarakat Purwakarta, bila benar adanya caleg tersebut kembar.

Sekjen Partai Demokrat Purwakarta, Nanang Purnama, saat di temui di kantor DPC Jalan Basuki Rahmat, Sindangkasih, hari Jum'at (17/05) mengatakan dengan gamblang kepada jatiluhuronline.com

"Caleg untuk dapil 5 dan 6 bernomor urut satu, adalah kembar. Keduanya merupakan pemuda potensial, untuk membangun Purwakarta lebih maju dan mermartabat. Figur anak muda saat ini,  juga merupakan pengusaha sukses merakyat yang peduli terhadap lingkungannya. Intinya, mereka berdua memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat sekitar tempat tinggalnya, terutama warga Plered dan Sukatani. Jadi sudah saatnya, tampil tokoh muda yang peduli terhadap rakyatnya." ungkap Nanang panjang lebar.

Beberapa tokoh masyarakat Sukatani mengenal keluarga sosok caleg kembar, Sony dan Sandy. Salah satunya, seorang tokoh masyarakat berusia 73 tahun yang enggan di sebut namanya, menyebutkan. Ia sangat mengenal sosok pemuda kembar itu, dan keluarganyapun benar- benar dikenal. Mereka berdua, mewarisi kesuksesan dan usaha dari  kakeknya. 

"Bila kabar mereka mencalonkan tersiar, tentu akan banyak masyarakat yang mendukungnya. Kepedulian sosial  terhadap lingkungannya, bukan hanya saat ini saja. Tapi memang dari jaman kakeknya dulu, sering membantu masyarakat sekitar sini. Wakil Presiden RI kedua, ADAM MALIK, sebagai pahlawan nasional Indonesia.  Pernah ke Plered, sengaja datang untuk menemui kakek si kembar tersebut, sekaligus untuk meninjau langsung tempat usaha pembuatan genting.” pungkasnya sambil mengenang masa lalunya. (*)

Pantauan, Tradisi Pertahankan Silaturahmi Warga Lahat

Written By aminudin_tomi on Sabtu, 11 Mei 2013 | 11.47

LAHAT- SUMSEL (jatiluhuronline.com) Guna mempertahankan adat dan tradisi para leluhur, serta mempererat silaturahmi dengan warga, penduduk Kecamatan Bandar Agung Kabupaten Lahat Sumatera Selatan, menggelar tradisi pantauan (silaturahmi berkeliling ke tetangga) sehari sebelum pesta pernikahan.


Keluarga Samson salah satunya, yang akan menggelar pesta pernikahan putrinya Monalisa penduduk setempat dengan Yayang Gilang Sonjaya warga Purwakarta Jabar, pada hari Minggu (11/05). Calon mempelai pria yang tidak mengerti akan tradisi adat setempat, sempat kikuk dan nampak kebingungan.


Semua keluarga dari kedua mempelai keliling berkunjung mendatangi rumah saudara, tetangga, dan handai taulan sekitar rumah tinggal mempelai wanita. Rombongan berkunjung diharuskan menikmati makanan tersedia milik tuan rumah, di setiap rumah yang didatangi.

Selain pantauan, warga Bandar Agung Lahat Sumsel, melaksanakan yang namanya acara sembelih hewan. Acara sembelih hewan ini cukup unik, setiap tamu yang datang membawa hewan sesuai kemampuan untuk disembelih. Namun rata- rata mereka membawa ayam, karena disesuaikan dengan kemampuan keluarga mempelai wanita mengembalikannya nanti. (***)

RS BAYU ASIH DI BOBOL MALING

Written By agung winanto on Jumat, 10 Mei 2013 | 15.43

PURWAKARTA (jatiluhuronline.com). Entah apa yang ada di benak maling hingga membobol Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Purwakarta pasalnya maling yang beraksi di RS bayu asih membobol ruangan bedah, niat hati ingin mencari harta benda berharga tapi yang di dapat obat-obatan karena tidak mau sia-sia mungkin maling tersebut menggunakan pepatah "TAK ADA ROTAN AKARPUN JADI". Kejadian pembobolan maling tersebut sebagaimana di sampaikan satpam bayu asih (Dodi) saat sedang melaporkan kasus pembobolan ke Mapolres Purwakarta "belum tau apa saja yang di ambil." ujar Dodi saat di mapolres purwakarta, kejadian diketahui saat selesai apel pagi.

"saat selesai apel pagi sekitar pukul 07.00 WIB dan pergantian jadwal piket, kami mendapat laporan bahwa ruang bedah kebobolan maling." ujarnya, menurutnya dia bergegas memeriksa ruangan tersebut dan memang tampak terlihat ruangan bedah acak-acakan. saat di singgung apa saja yang hilang satpam bayu asih tersebut mengatakan "wah kurang tau apa saja yang hilang di ruangan tersebut." masih menurutnya kemungkinan yang hilang obat-obatan dan alat bedah. Dodi melaporkan kejadian tersebut di barengi securiti lainya ke mapolres purwakarta.

Sementara Direktur Bayu asih (dr.Agung) saat di konfirmasi Via selluler membenarkan kejadian tersebut, bahkan saat di tanya tentang kerugian yang dialami pihak bayu asih atas pembobolan tersebut menjawab "sekitar 8 jutaan kerugiannya." singkat agung tanpa merinci apa saja yang telah di ambil pencuri dari ruang bedah. (*)
 
Support : Redaksi | Kontak | Kirim Berita
Copyright © 2011. Jatiluhur Online - All Rights Reserved
Published By CV. Jatiluhur Online
Webmaster Login