Home » » PT. WIN TEXTILE Menyerap 6000 Tenaga Kerja

PT. WIN TEXTILE Menyerap 6000 Tenaga Kerja

Written By jatiluhur online on Selasa, 04 Oktober 2011 | 19.49

Karang Taruna dan Bamusdes Desa Cilegong


www.jatiluhuronline.com
PURWAKARTA, (Jatiluhuronline)- Januari 2012 direncanakan PT WIN TEXTILE mulai produktif, sedikitnya 500 calon karyawan pada tahap awal akan mulai dipekerjakan. 500 orang calon karyawan tersebut semuanya warga Purwakarta yang tersebar di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Purwakarta. Sementara pembangunan PT WIN TEXTILE jika pelaksanaan sudah selesai semua bisa menyerapkan tenaga kerja sebanyak 6000 orang.

Ketua Karang Taruna Desa Cilegong (Tateng Zaelani) di damping Anggota Bamusdes Desa Cilegong Ahmad Dahlan kepada Jatiluhuronline seusai acara pengisian biodata calon karyawan PT. WIN TEXTILE di aula Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur, mengaku bersyukur dengan adanya PT WIN TEXTILE di Desa Cilegong. Pasalnya, selain bisa mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Purwakarta khususnya di Desa Cilegong juga berdirinya PT WIN TEXTILE bisa mendongkrak perekonomian di Kabupaten Purwakarta. Menurutnya, Karang Taruna Desa Cilegong berharap untuk calon karyawan PT WIN TEXTILE terlebih dahulu memprioritaskan warga Desa Cilegong. Karena hal itu sudah diamanatkan Bupati Purwakarta H. Dedi Mulyadi, SH untuk calon karyawan diutamakan terlebih dahulu warga setempat. Namun meskipun demikian, warga Desa Cilegong yang akan melamar pekerjaan juga harus mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

“ Dari obrolan dengan perusahaan mengenai usulan rekrutmen calon karyawan, perusahaan menyambut baik adanya usulan tersebut,”ujar Tateng seraya menambahkan, pihaknya juga telah mengusulkan agar PT. WIN TEXTILE tak hanya usia muda saja yang direkrut menjadi calon karyawan, akan tetapi yang sudah tua tapi masih mampu bekerja pun bisa dipekerjakan sebagai tukang kebun atau office boy.

Warga lainnya yang mengaku sumringah (bahagia-red) adalah Teti Rahayu (24) warga Kp Cipelug RT 07/02 Desa Cilegong, Jatiluhur dan Dicky Rostandi (22) warga Kampung Pasanggrahan RT 02/01 Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur. Keduanya berharap adanya PT WIN TEXTILE bisa mengurangi jumlah pengagguran di Desa Cilegong.

Pada kesempatan yang sama, Kades Cilegong Usup Supriatna mengatakan, warga Desa Cilegong yang ingin bekerja di PT WIN TEXTILE sebanyak 508 orang. Dari jumlah sebanyak itu 204 orang sudah dipanggil perusahaan untuk mengisi biodata. Namun pemanggilan untuk mengisi biodata ini bukan berarti calon karyawan diterima bekerja. “ Ya mudah-mudahan semua warga Desa Cilegong yang melamar kerja di PT WIN TEXTILE bisa diterima,”ujar Kades Usup seraya menjelaskan, yang menentukan diterima atau tidaknya calon karyawan tersebut adalah pihak perusahaan PT WIN TEXTILE. (Daup)
Share this article :

6 komentar:

  1. hahahahahaha..... jadi pengen ketawa.... lihat berita ini... turun dong pejabat ke masyarakat bawah... masih banyak yang merasakan ketidakadilannya.... salah satu contohnya : warga tidak dilibatkan mengelola limbah perusahaan.. denger denger sih DO limbahnya dijual ke orang luar... harusnya limbah itu dikelola oleh desa dan apabila orang luar mau beli limbah ya harus melalui desa sehingga desa ada pemasukan untuk pembangunan desa dan masyarakat ....lagi mana turut serta perusahaan itu terhadap pembangunan desa ? kantor lurahnya aja berantakan .... masa kantor lurah seperti itu ? belum nanti kalau power plant batubara jadi... nggak kebayang bau, bising, debu dll...
    kita lihat aja janji perusahaan ? dari 6000 orang karyawan berapa persen penduduk setempat ? berapa persen yang jadi karyawan tetap ? dan apa kontribusinya terhadap pembangunan desa ?
    tolong juga buat karangtaruna dan aparat desa kalau ada hal hal yang perlu dimusyawarahkan, tokoh masyarakat dan pemuka agama di undang dong ? jangan yang diundang yang nurut nurut saja......

    BalasHapus
  2. alangkah lebih baiknya jika para pengusaha itu memeprhtikan DAMPAK LINGKUNGAN karena banyak merugikan masyarakat setempat. jangan hanya memikirkan keuntungan pribadi saja. CAMKAN ITU HEY PARA PENGUSAHA !!!!

    BalasHapus
  3. yaaahhh...kalo gak pake uang dulu mah tetep aja gak bisa masuk...karang taruna nya juga UUD>>>> tau kan???tolong tindak tuh aknum2 yang hanya mementingkan kepentingan pribadi....

    BalasHapus
  4. Lurah lama gagal pro masyarakat..
    Lurah baru apa bisa membawa perubahan..
    Semoga.

    BalasHapus

 
Support : Redaksi | Kontak | Kirim Berita
Copyright © 2011. Jatiluhur Online - All Rights Reserved
Published By CV. Jatiluhur Online
Webmaster Login