Home » » Tawuran antar Pelajar SMK di Purwakarta

Tawuran antar Pelajar SMK di Purwakarta

Written By jatiluhur online on Kamis, 03 November 2011 | 09.59

Aksi Tawuran Antar Pelajar SMK di Purwakarta
www.jatiluhuronline.com
Purwakarta, (JatiluhurOnline). Sekitar Pukul 13.30 Rabu WIB (02/11) puluhan pelajar diduga dari 3 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK YPK, YKS, BINTAR)  terlibat tawuran dengan menggunakan berbagai alat yang membahayakan dan mengancam jiwa, bahkan dari salah satu dari mereka membawa besi (viva besi) sebesar pergelangan tangan, sabuk berkepala ger, penggaris besi dan lemparan-lemparan batu sebesar kepalan tangan, tak pelak lagi sebuah mobil angkot 04 kaca bagian belakang, samping pecah terkena lemparan batu dan salah seorang siswi dalam angkot dari sekolah lain juga jadi korban pelemparan batu hingga mengalami luka ringan, di tempat yang sama pedagang kaki lima yang sedang mangkal di kawasan situ buled bernasib naas kaca roda kaki lima tempat jualan pecah berantakan terkena lemparan.
Laksana Gankster dalam film laga mereka saling berhadap-hadapan dan baku hantam, Jatiluhuronline yang kebetulan sedang melakukan makan siang di sekitar Situ Buled bersama Pemimpin Redaksi (Ade Saka) menghentikan makan siang bahkan pemimpin redaksi jatiluhuronline turun melerai perkelahian walaupun beresiko terkena lemparan batu, akhirnya masyarakat sekitar laksana di komando turun beramai-ramai melerai tawuran, terlihat beberapa pemuda dari salah satu LSM dan masyarakat sekitar turun ke jalan melerai tawuran dan akhirnya para pelajar dapat di bubarkan oleh masyarakat.

Pemimpin redaksi Jatiluhuronline (Ade Saka) saat diminta tanggapannya tentang seringnya terjadi tawuran di Purwakarta mengatakan “ ini sebuah penyakit akut yang harus segera di obati dalam catatan saya dalam tahun ini ada sekitar 26 kali tawuran antar pelajar dan pelajarnya dari sekolah yang sama, artinya pihak-pihak yang terkait agar melakukan tindakan tegas termasuk pemerintah daerah setempat bila perlu cabut aja ijin sekolahnya” ujarnya. 
Hal yang sama juga di sampaikan masyarakat sekitar sebut saja udin (nama samara) “mau jadi apa Purwakarta ini pelajar tawuran terus bosen saya mendengarnya, mau dijadikan kota preman apa Purwakarta ini? ujarnya.
Salah satu tokoh pemuda dari organisasi kepemudaan (Gegen. D. Surendageni) saat dimintai tanggagapannya mengatakan “ Agar pihak-pihak terkait melakukan pembinaan secara internal (pihak sekolah) dan eksternal (luar sekolah) meliputi Disdikpora, para penegak hukum supaya ada shok terapi kepada siswa dan secara psikologi mereka akan berpikir ulang melakukan tawuran karena takut dan jera, menurut saya tawuran ini sudah merupakan tindak pidana bukan lagi pelanggaran kenakalan remaja dan merupakan tindakan melanggar hukum (kejahatan) seporadis apalagi kalau sudah banyak korban” ujarnya. (Agus. M)
Share this article :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Redaksi | Kontak | Kirim Berita
Copyright © 2011. Jatiluhur Online - All Rights Reserved
Published By CV. Jatiluhur Online
Webmaster Login