Pondok Pesantren Insan Kamil Payatiman, Mencetak Generasi Hafidz Al-Qur'an

Santri Pondok Pesantren Insan Kamil Payatiman saat mengikuti Hari Santri Nasional.
Purwakarta, Jatiluhuronline.com - Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan agama yang sudah ada sejak dulu. Dari sisi histori pondok pesantren memiliki peranan yang sangat penting dalam mencetak manusia yang bermoral. Tradisi pada saat itu, pemberian materi pelajaran agama yang diberikan guru kepada santri terbatas pada ilmu-ilmu agama. Tampaknya tradisi tersebut sampai sekarang masih diwarisi dan dilestarikan oleh kalangan pesantren tertentu.


Selain itu, sosok Kiyai merupakan cikal bakal dan unsur paling utama dari sebuah pondok pesantren. Ia memiliki peranan yang sangat penting dan menentukan. Selain sebagai guru (mu’alim) yang mengajarkan ilmu agama Islam, kiayi merupakan pemimpin yang menentukan arah, bentuk, dan corak pendidikan di pesantrennya. Itulah sebabnya pertumbuhan, perkembangan dan keberlangsungan hidup suatu pondok pesantren sangat tergantung kepada kemampuan pribadi kiai dalam mengelolanya.


Di Indonesia, mulai marak Gerakan Indonesia Menghafal Al-Qur’an, menjelma menjadi budaya yang tumbuh dari kota hingga pelosok. Orang tak lagi awam melihat para santri hingga orang tua menghafal Al-Qur’an kemudian setor ke guru ngajinya. Selain itu, sekolah-sekolah juga melengkapi diri dengan progam tahfidz. Kini penghafal Alquran bukan lagi sosok yang susah dicari.

Begitu juga di kota Purwakarta, pondok pesantren yang menerapkan pengajaran tahfidz Al-Qur’an, kini sudah banyak ditemukan, salah satunya Yayasan Pendidikan Insan Kamil Payatiman, yayasan ini selain pemberian materi agama yang merujuk pada kitab-kitab kuning, yaysaan ini mengkhususkan santrinya untuk menghapal Al-Qur’an.

Yayasan Pendidikan Insan Kamil Payatiman, memiliki visi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter, unggul dalam prestasi, berwawasan terampil dan mandiri yang dilandasi keimanan dan ketakwaan.

Selain itu, yayasan ini memiliki misi menciptakan peserta didik yang berprestasi, berwawasan dan berakhlakul karimah. Mengamalkan pembiasaan perilaku disiplin, jujur dan bertanggung jawab beramal soleh dalam kehidupan sehari-hari.

Yayasan Pendidikan Insan Kamil Payatiman mengelola : Pondok Pesantren, Madrasah Tsanawiyah atau setara dengan SMP, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) atau setara dengan tingkat SD, Majlis Ta’lim dan Panti Asuhan bagi anak-anak yatim dan kurang mampuh. Terdaftar di Kementerian Agama dan Kemhumkam Nomor. AHU. 2657-AH-01.04.2014.

Yayasan Pendidikan Insan Kamil Payatiman beralamat di Jl. A. Yani Sukarata Rt. 15 Rw. 05 Kelurahan Cipaisan Kabupaten Purwakarta.

Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren Insan Kamil Payatiman (Kiyai Drs. Asep Himtoya, S.Ag dan Ustz. Cucu Komariah, S.Pd.I).
Dalam kerangka mewujudkan tujuan lembaga, dengan bimbingan Kiyai Asep Himtoya beserta istri dan ustadz-ustadz yang lainnya, Yayasan ini terus eksis memberikan bimbingan ilmu agama. Para santri dibina dan diajarkan untuk disiplin ilmu, membiasakan shalat berjamaah, shalat awal waktu, belajar kitab-kitab kuning, ta’dzim kepada guru, serta menghapal Al-Qur’an.

Yang diunggulkan dari pondok pesantren ini, selain tahfidz al-Qur’an, para santri diajarkan metode amsilati yaitu cara cepat membaca kitab kuning. Dalam proses kegiatan pembelajaran kitab kuning, pondok pesantren ini membagi tiga kategori kelas, untuk kelas awal meliputi kajian kitab : Kasyifatu As-Suja, Tijan Dhoruri, Akhlaqu Al-Baniin, Jurumiyah, athul Athfal, Amsilati.

Kelas Pertengahan meliputi : Ta’limul Muta’lim, Riyadul Al-Badi’ah, Nashoihu Al-‘Ibad, Tanqihu Al-Qaul, Hadits Al-Arba’in, Sulamu At-Taufiq, ‘Imrithi, Syair Imam As-Syafe’i.

Dan untuk kelas tinggi meliputi Kitab Syarh As-Syafinah, Jauhar At-Tauhid, At-Taqrib, Minhaju Al-Qowim, Mutammimah, Riyadhu As-Sholihin, Tasir Jalalain, Bulughu Al-Maram, Al-Fiyah Ibnu Malik.



Selain itu, Pondok Pesantren Insan Kamil Payatiman ini, memberikan peluang kepada santri-santrinya untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki, sesuai dengan motonya “Mencetak santri yang berinisiatif, inovatif dan berkreatif serta mempunyai akhlak Ahlu Sunnah Wal Jam’aah. (*/M)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER