Dampak Musim Kemarau Panjang, Produksi Padi di Purwakarta Terganggu

Purwakarta, Jatiluhuronline.com - Pada musim kemarau panjang tahun ini sejumlah areal pesawahan di Kabupaten Purwakarta mengalami kekeringan dan fuso serta berpotensi kehilangan produksi padi lebih dari 3.000 ton akibat kekurangan air.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan Suherlan mengatakan, dari semua areal pesawahan di Kabupaten Purwakarta, seluas 567 hektare mengalami fuso dengan produksi padi mencapai 3.000 ton lebih.

“Tidak hanya berpengaruh pada produksi padi, jadwal tanam pun menjadi terganggu. Kami harus berupaya keras agar potensi lost ini tidak mempengaruhi produksi padi Purwakarta secara umum yang selalu surplus,” kata Agus, dikutip dari sindonews, Jumat (25/10/2019).

Menurut Agus, pihaknya pun sudah melakukan antisipasi dengan cara mengoptimalkan sumber-sumber air lokal, seperti aliran sungai yang debit airnya memadai dan bekas galian C, bahkan alat bantu pun sudah maksimalkan.

Selain itu, untuk meminimalisir kehilangan produksi padi, pihaknya sudah melakukan pemanfaatan tanah areal pesawahan dengan menanam padi gogo yang polanya langsung tebar tanpa persemaian.

“Padi gogo itu kan biasanya ditanam di darat. Saat ini kita upayakan ditanam di sawah. Hal ini kami lakukan untuk mengisi potensi kehialangan produksi padi,” ujar Agus.

Jumlah area sawah di Kabupaten Purwakarta yang beririgasi seluas 18.000 hektare dan 7.000 hektare sawah tadah hujan. Sementara untuk luas tanam, ditargetkan seluas 40.000 hektare di akhir tahun. 

“Kami optimistis karena luas tanam dari Januari hingga Oktober sudah mencapai 30.000 hektare,” katanya. [sindo/jto/mh]

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER