Pendangkalan Sungai Sebabkan Air Waduk Jatiluhur Tidak Tersalurkan Maksimal

Pengerukan sungai waduk jatiluhur wilayah Kecamatan Babakancikao Purwakarta beberapa hari lalu.
Purwakarta, Jatiluhuronline.com - Pendangkalan sungai waduk jatiluhur Purwakarta menyebabkan air tidak tersalurkan maksimal. Akibatnya, tumpukan sampah dan sedimentasi menutupi hingga dua pertiga kapasitas saluran air.

"Kalau dikeluarkan sekian meter kubik itu harusnya sampai ke ujung. Karena itu beberapa jadi tumpah, akhirnya air dikurangi daripada tumpah," kata Direktur Operasional dan Pengembangan Perum Jasa Tirta II Antonius Aris. Kamis, (20/6/2019).

Sebagai contoh air tarum bagian barat yang masih bisa ditampung hanya 55 meter kubik dari kapasitas seharusnya mencapai 87 meter kubik, hingga akhirnya berdampak langsung pada pengairan sawah dan suplai air baku ke perusahaan pengolahan air minum di hilir.

"Kalau misalkan Jakarta Pam Jaya itu butuh sekitar 21 meter kubik atau 30 meter kubik, tapi kalau kita alirkan semua ke sana bisa tumpah semua," ujar Antonius. 

Menurutnya, dampak tersebut dirasakan para pemilik lahan pertanian, karena 90 persen air dari Waduk Jatiluhur dialirkan ke saluran irigasi.

Untuk itu, ia meminta seluruh pihak menangani permasalahan ini bersama-sama. Terutama bagi pihak-pihak yang terlibat membuang sampah dan menyebabkan sedimentasi di saluran air yakni masyarakat dan pelaku industri.

Ia berharap, upaya pencegahan dapat mengurangi beban pemerintah selaku pengelola saluran air. 

"Pengerukan merupakan tugas pengelola sumber daya air yaitu Balai Besar Wilayah Sungai dan PJT II. Tetapi, untuk melakukan pengerukan butuh biaya butuh orang," kata Antonius.

Sementara itu, salah satu perusahaan swasta juga telah melakukan pengerukan sedimen sungai di wilayah Kabupaten Purwakarta yakni PT South Pacific Viscose. Hal itu dilakukan setelah perusahaan tersebut mendapatkan izin dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR untuk pengerukan sedimen di tepi sungai Citarum.

"Pengerukan sedimen di sungai Citarum yang juga merupakan CSR (Corporate Social Responsibility) sebagai kontribusi aktif dalam normalisasi tepi Sungai Citarum serta dukungan nyata untuk kegiatan Citarum Harum yang diinisiasi oleh pemerintah," kata Kepala Urusan Perusahaan Widi Nugroho Sahib.

Pengerukan dilakukan di Kampung Sawah Desa Cilangkap Kecamatan Babakancikao Kabupaten Purwakarta sepanjang 15 meter dengan kedalaman enam meter.

Sedimen yang dikeruk di lokasi tersebut berjumlah 5.794 meter kubik," kata Widi dalam keterangan persnya. Area yang dikeruk itu diakui sesuai izin yang diberikan pemerintah pusat kepada perusahaannya. (pr/jto/nur)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER