Puso Semakin Meluas, Ribuan Hektare Sawah di Purwakarta Terancam Kekeringan

Purwakarta, Jatiluhuronline.com - Kurangnya pasokan air untuk areal pesawahan terutama sawah tadah hujan di Purwakarta pada musim kemarau saat ini menjadi bencana bagi para petani padi.

Hingga saat ini, areal pesawahan di sebagian wilayah di Kabupaten Purwakarta mengalami kekeringan. 

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, mendata areal persawahan yang mengalami puso di Purwakarta semakin meluas, sampai bulan juli ini ada 65 hektare areal pesawahan dari tiga bulan lalu yang sebelumnya hanya 10 hektare saja yang mengalami puso.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan, mengatakan, 1.233 hektare sawah terancam mengalami kekeringan, dari seluas itu ada 13 ribu hektare sawah yang masih ada tanaman padinya (standing croop), dengan usia antara 21 sampai 90 hari.

"Areal sawah yang puso akibat kekeringan ini, semakin meluas," ujar Agus, Ahad (21/7/2019) dikutip dari republika.co.id.

Saat ini, lanjut Agus, seluruh areal persawahan di Purwakarta sudah tak mengenal musim. Jika ada air, maka areal sawah itu didorong untuk tanam padi. Termasuk, sawah tadah hujan yang mencapai 8.000 hektare dari seluruh areal pesawahan di Purwakarta seluas 18.000 hektare.

"Akan tetapi, saat memasuki musim kemarau yang cukup kering seperti tahun ini, areal sawah tadah hujan yang sudah kadung ditanami ini, terancam kekeringan," ujarnya.

Dengan begitu, pihaknya bersama petani dan unsur terkait berupaya untuk mengatasi kekeringan ini. Salah satunya, dengan mengidentifikasi sumber mata air, lalu memberikan bantuan pompa air, serta mendorong petani untuk ikut asuransi pertanian.

Bahkan, bantuan terbaru ini sudah dikirim oleh Kementerian Pertanian untuk petani Purwakarta. Bantuannya, yaitu 7.300 meter selang buang air. Dengan adanya selang air ini, diharapkan pemanfaatan pompa menjadi maksimal lagi.

"Bantuan selang air dari Kementerian Pertanian ini, sebagai upaya tanggap darurat kekeringan," ujarnya.

Pihaknya juga punya strategi penangan kekeringan. Lokasi yang terkena puso dan mengikuti premi asuransi, telah di lakukan pengurusan  klaim asuransi usaha tani padi (AUTP).

Bagi yang tidak mengikuti AUTP dan memungkinkan masih bisa ditanami, diupayakan mendorong agar dilakukan peralihan jenis tanaman dari padi ke palawija.

"Sedangkan, yang terancam dalam kategori ringan dan sedang, diupayakan mencari sumber mata air, bisa dari sungai, bendung, embung dan bekas galian pasir," ujarnya. (rol/jto/mh)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER