Opini : Realita Guru Honorer di Tengah Tuntutan Profesionalisme dan Ketidakpastian Kesejahteraan
Mengajar dengan Hati, Bertahan dengan Harapan : Realita Guru Honorer di Tengah Tuntutan Profesionalisme dan Ketidakpastian Kesejahteraan. (Kang Moel)
Jatiluhuronline.com - Guru honorer merupakan salah satu pilar utama pendidikan Indonesia. Di banyak sekolah, mereka memikul tanggung jawab yang sama dengan guru ASN, mulai dari mengajar, menyusun administrasi pembelajaran, membimbing siswa, hingga menjalankan berbagai tugas tambahan. Namun, dedikasi tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan kepastian status dan kesejahteraan yang layak.
Realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak guru honorer yang menerima penghasilan terbatas, bergantung pada kemampuan keuangan sekolah atau pemerintah daerah. Di sisi lain, tuntutan profesionalisme terus meningkat. Guru dituntut menguasai teknologi, meningkatkan kompetensi, mengikuti berbagai pelatihan, serta menghasilkan pembelajaran yang berkualitas, meskipun kondisi ekonomi mereka sering kali belum mencerminkan penghargaan terhadap profesi tersebut.
Berbagai kebijakan pemerintah untuk menata guru non-ASN dan memperluas pengangkatan melalui skema PPPK merupakan langkah positif. Namun, proses tersebut perlu dilaksanakan secara adil, transparan, dan berkelanjutan agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi para guru yang telah lama mengabdi.
Masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau teknologi, tetapi juga oleh kesejahteraan guru. Ketika guru dapat mengajar dengan tenang tanpa dibayangi persoalan ekonomi dan status kepegawaian, kualitas pendidikan akan tumbuh lebih baik. Menghargai guru honorer bukan sekadar memenuhi hak tenaga pendidik, melainkan investasi nyata untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. *)
Redaktur : Kang Moel

0 Response to "Opini : Realita Guru Honorer di Tengah Tuntutan Profesionalisme dan Ketidakpastian Kesejahteraan"
Posting Komentar