Bupati Purwakarta Terapkan "Salam Sunda" di Sekolah

Bupati Purwakarta mempraktekkan salam sunda di salah satu sekolah Purwakarta
JATILUHURONLINE.id - PURWAKARTA, Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menerapkan tradisi Salam Sunda.

Salam Sunda ini wajib dipakai dan menjadi tradisi seluruh pelajar mulai tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) sebelum dimulainya proses pembelajaran di dalam kelas.
"Salam Sunda merupakan produk pendidikan berkarakter yang berbasis silih asah, silih asih dan silih asuh dan kesantunan. Selain kepada pelajar. Salam Sunda juga diwajibkan kepada seluruh pegawai dilingkungan Pemda Purwakarta" papar Kang Dedi, seperti yang dilangsir di Page Facebooknya.

Penerapan Salam Sunda ini, diawali dengan mengangkat kedua tangan kemudian ditempelkan di dada. kemudian, dalam posisi itu, siswa bersama-sama mengucapkan "Sampurasun" sambil membungkuk kepada gurunya. Sementara, guru yang diberi salam mengucapkan "Rampes".

"Salam Sunda adalah salah satu produk pendidikan berkarakter yang berbasis silih asih, silih asuh, dan kesantunan," kata Kang Dedi Senin (4/5).
"Saat Salam Sunda dalam posisi membungkuk ini merenung dan berdoa dalam waktu beberapa detik," kata Kang Dedi. 
Selain pelajar, Salam Sunda juga diwajibkan bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta. Salam Sunda yang pernah digunakan masyarakat zaman dulu ini menciptakan terapi saling menghormati yang lebih santun antarsesama.

Salam Sunda yang diterapkan ini, tidak jauh berbeda dengan di Negara Jepang. Masyarakat Jepang mengucapkan salam dengan membungkuk terhadap sesamanya. Ini cerminan dari saling hormat menghormati mereka yang lebih beradab dengan lembut.

"Karakter Suku Sunda pun identik dengan sikap lemah lembutnya. Dan ini sekarang kita terapkan di Purwakarta. Bukan kami meniru masyarakat Jepang, tapi salam seperti ini sudah diadopsi masyarakat Suku Sunda zaman dulu," tutur dia. (*)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

close