Cerita Warga Subang, Pernah Kena Razia Aparat Malaysia



Kedah, Jatiluhuronline- DT (28) pria warga Kecamatan Cipeundeuy Kabupaten Subang yang bekerja serabutan mencari peruntungan di Malaysia, negara bagian Kedah, Ia sudah terbiasa berurusan dengan aparat Kepolisian Diraja Malaysia, terutama saat pemeriksaan kelengkapan identitas. Setiap bulan, ia harus mengeluarkan 20 ringgit kepada polisi kawasan, sebagai kompensasi pemberian informasi, apabila akan ada razia petugas.

Hanya sekali ia kena razia petugas, tapi ia tidak ditangkap, dilepas kembali setelah negosiasi dengan aparat disana dan merogoh kocek 200 ringgit. Setelah itu, ia rutin membayar 20 ringgit setiap bulan, dan tidak pernah kena razia lagi sampai saat ini. Meski sudah satu tahun bermukim dan bekerja disana, ia menikmati pekerjaannya itu walaupun hanya bercocok tanam. Walhasil, cukup lumayan. Perhari ia bisa mengumpulkan 50 ringgit minimal, kadang bisa mencapai 150 ringgit. Rata-rata sehari, 70 ringgit.

“Maunya ngurus surat izin tinggal (permit), supaya tenang dan aman. Tapi sayang kalau harus keluar uang banyak, mendingan dikirim kekampung. Lumayan, bisa buat beli tanah.” Kata DT pada Jum’at (19/06) yang dikirim melalui surat elektronik kepada Jatiluhuronline.

Dijelaskannya, untuk mengurus permit ke kantor imigrasi harus mengeluarkan uang sekitar 10 juta rupiah. Dan menunggu selama waktu 1 tahun lamanya, paling cepat satu tahun baru keluar. Itupun masa berlakunya, hanya 1 tahun. Kalau diurus di Indonesia juga bisa, tapi harus hubungan izin tinggal (calling visa).

“Saya niatnya juga melancong, berangkat ke Malaysia menggunakan pasport turis berlakunya hanya 1 bulan saja. Setelah satu bulan dan tidak mengurusnya lagi, otomatis saya jadi ilegal. Sekarang bekerja dikebun sawit, sambil bercocok tanam lain. Apa saja dikerjakan, yang penting jadi duit. Pasalnya disini (Kedah-Malaysia) harga tanaman palawija hasil petani, lumayan mahal kalau dijual.” DT menambahkan.

Saat ini DT masih betah tinggal di Malaysia Utara, sampai Idul Fitri tiba. Rencananya pasca lebaran nanti, akan pindah tempat bermukim ke Malaysia Barat. Dan harapannya, disana jauh lebih baik dari tempatnya berdiam saat ini. Selain ingin pulang ke Indonesia dalam waktu satu tahun kedepan, tahun 2016 mendatang harapannya ingin mengakhiri masa lajang, dan menikah dengan wanita pilihan dikampung halamannya Subang Jawa Barat. (***)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

close