Fakta dan Kronologis Tewasnya Jamal Khashoggi Jurnalis Washington Post

Jamal Khashoggi, Jurnalis Washington Post asal Arab Saudi yang tewas dimutilasi.

Internasional, Jatiluhuronline.com – Kematian Jamal Khashoggi yang tengah banyak di perbincangkan media di belahan dunia menjadi misteri, hingga kini muncul fakta terbaru tewasnya Jamal Khashoggi, jurnalis Wasingthon Post asal Arab Saudi ini dimutilasi di Turki.

Tewasnya Jamal Khashoggi diketahui setelah adanya rekaman berdurasi 15 menit yang berisi suara pelaku pembunuhan Jamal Khashoggi. Dalam rekaman tersebut, pelaku tengah merencanakan persiapan dan pembagian tugas cara untuk menghabisi korban.

Rekaman itu diungkap kolumnis Huriyet, Abdulkadir Selvi seperti dikutip Jatiluhuronline dari Kompas yang melansir News.com.au. (20/11/2018)

Sebelumnya, pihak Kantor Jaksa Penuntut Saudi menyatakan, Jamal Khashoggi tewas setelah terkena suntikan cairan berdosis tinggi. Namun, Abdulkadir Selvi membantah berita yang disiarkan sebelumnya oleh pihak Kantor Jaksa Penuntut Saudi.

Ia merujuk pada fakta rekaman pertama kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Pada rekaman tersebut, terdengar detik-detik tewasnya Jamal Khashoggi. Dari rekaman yang berdurasi sekitar delapan menit, terdengar suara Jamal Khashoggi yang sedang dicekik.

"Pejabat Turki juga tak mengonfirmasi klaim Saudi. Mereka berkata Khashoggi dicekik menggunakan semacam tali atau kantong plastik," kata Albulkadir Selvi.

Diberitakan sebelumnya dari berbagai media, Jamal Khashoggi tewas karena pembunuhan berencana. Ketika itu, Jamal Khashoggi sedang mengunjungi Konsulat Arab Saudi di Turki. Kedatangannya itu untuk mengurus rencana pernikahannya dengan Hatice Cengiz. Menurut Hatice Cengiz, Jamal Khashoggi sempat memiliki perasaan tak enak sebelum berangkat ke Konsulat Saudi di Istanbul.

"Dia berpikir mereka bakal menangkapnya. Jamal berujar dia tidak ingin menanggung akibat dari pandangan politiknya," kata Hatice Cengiz, dan ternyata kekhawatirannya itu berujung nasib buruk.

Jamal Khashoggi dilaporkan menghilang setelah pergi ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Kemudian, terungkap bahwa Jamal Khashoggi hilang karena dibunuh dan dimutilasi.

Dikatakan sebelumnya, kematian Jamal Khashoggi yang dimutilasi itu diduga diberi cairan asam. Kemudian, jenazah Kashoggi dibuang ke saluran air. Hal tersebut terungkap dari bukti adanya cairan asam dan bahan kimia, seperti diberitakan Daily Sabah.

Pangeran Mohammed bin Salman Putra Mahkota Arab Saudi, dituduh menjadi dalang pembunuhan Jamal Khashoggi. Seperti diberitakan The Washington Post yang dikutip Kompas, Pangeran Mohammed bin Salman dikatakan sempat berbincang dengan menantu Presiden Amerika Serikat Donal Trump, Jared Kushner.

Dalam perbincangan tersebut, Pangeran Mohammed menyebutkan bahwa Jamal Khashoggi merupakan anggota Ikhwanul Muslimin, ia mengaku, Ikhwanul Muslimin itu organisasi yang dilarang di Arab Saudi. Perbincangannya lewat telepon ini terjadi pada 9 Oktober lalu, saat Jamal Khashoggi masih dinyatakan hilang.

Di sisi lain, keluarga jamal Khashoggi membantahnya, keluarganya menyebut menuduh Jamal Khashoggi sebagai orang berbahaya itu tidak masuk akal. (*/M)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

close