Bupati Purwakarta Layak Dianugerahi Doctor Honoris Causa


Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudji bersama Bupati Purwakarta pada acara pelantikan pengurus Paguyuban Pasundan Purwakarta di Bale Sawala Yudistira Purwakarta, kemarin. Dalam acara tersebut Didi menyatakan Dedi Mulyadi layak dapat anugerah gelar doktor
Purwakarta, Jatiluhuronline- Universitas Pasundan (Unpas) Bandung akan segera memberikan gelar doktor kehormatan, atau doctor honoris causa di bidang kepemimpinan Sunda kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudji menyatakan, Bupati Dedi dinilai layak mendapatkan anugrah gelar doktor kehormatan itu.“Kami melihat Purwakarta telah menjadi kabupaten yang berbeda dari kabupaten/kota di Jabar. Inilah alasanya sehingga berencana menganugerahkan gelar doktor bidang kepemimpinan sunda kepada Bupati Dedi Mulyadi,” ungkap Didi dalam acara pelantikan pengurus Paguyuban Pasun dan Purwakarta di Bale Sawala Yudistira Purwakarta, kemarin.

Terakhir, jelas dia, Unpas menganugerahkan gelar ini kepada Tjetje Hidayat Padmadinata sebagai doktor honoris causa bidang politik. Jika hasil pengkajian dinyatakan layak, Dedi Mulyadi akan menjadi orang kedua yang mendapatkan gelar kehormatan universitas tersebut.

 “Untuk menganugerahkan gelar tersebut, saat ini kami telah membentuk tim dari tiga guru besar ITB (Institut Teknologi Bandung), Unpad (Universitas Padjadjaran) dan Unpas untuk mengumpulkan dan mengkaji karya, pemikiran dari kepemimpinannya yang merujuk pada falsafah Sunda, sebagai prasyarat mendapatkan gelar doktor,”tambah dia. Gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi ini, kata dia, sangat berbeda. Purwakarta bisa menjadi miniatur Jawa Barat yang sebetulnya. Bahkan, Bandung sekalipun akan kalah dengan Purwakarta dari segi kemajuannya di bidang kebudayaan masyarakat Sunda.

 Didi menilai, sosok Dedi mampu menerjemahkan falsafah Sunda dalam memimpin dan memasukkannya dalam pembangunan di Purwakarta. Selama ini, kebanyakan pembangunan berorientasi pada pemikiran budaya lain, padahal pemi kiran Sunda jauh lebih awal dan maju.

 “Inilah yang kami cari. Purwakarta berubah menjadi kota cantik yang unik dan seakan menjadi miniatur masyarakat sunda sebetulnya. Misalnya program tujuh poe atikan Purwakarta istimewa, estetika, arsi tektur dan lain-lain. Bahkan, pendidikan semua merujuk pada berfilsafah Sunda. Ini sungguh luar biasa,” tambah nya.

 Sementara itu, Dedi Mulyadi saat ditanya terkait gelar doktor yang akan dianugerahkan padanya ini hanya tersenyum. Bagi dirinya gelar tersebut biasa saja. Bupati justru menyayangkan jika pembanguan yang selalu merujuk pada tema modernisasi.

“Padahal leluhur Sunda sudah menjelaskan falsafahnya dalam pembangunan, adalah ciri sabumi cara sadesa jawadah tutung biritna sacarana lain tepak sejen igel. Jadi membangun itu punya caranya sendiri,” kata Dedi. [ko
ran-sindo] (*)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

close