Pesawat Evakuasi Indonesia Tiba di Nepal

Masyarakat Nepal dan Petugas, bersama melakukan pembersihan puing gempa Nepal
JATILUHURONLINE.id - KATHMANDU, Pesawat Boeing 737 TNI AU yang membawa tim kemanusiaan dan evakuasi Indonesia untuk membantu masyarakat Nepal pascagempa bumi 7,9 SR dan mengevakuasi WNI, tiba di Bandara Tribhuvan, Kathmandu, Nepal, Kamis (30/4) pukul 11.45 waktu setempat atau pukul 13.00 WIB.

Pesawat yang mengangkut 69 penumpang dan empat ton bantuan materi tersebut, berangkat dari Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta, Rabu (29/4) pukul 17.30 WIB dan secara resmi dilepas oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Di Bandara Tribhuvan, tim disambut oleh Konsul Kehormatan RI untuk Nepal Chandra Prasad Dhakal beserta satu orang staf, staf Kementerian Luar Negeri Nepal dan otoritas militer Nepal.

Bantuan materi berupa peralatan medis, tenda pengungsi dan genset, tenda posko, tenda rumah sakit darurat, obat-obatan, dan kebutuhan logistik diserahterimakan secara simbolis oleh Direktur Tanggap Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Junjunan Tambunan dan Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh dan NEpal Iwan Winataatmadja kepada perwakilan militer Nepal.

Dubes Iwan bergabung dengan rombongan dari Jakarta di Bandara Dhaka, Bangladesh, Kamis pagi. Sebelumnya, tim Indonesia dijadwalkan tiba di Kathmandu pada pukul 08.00 waktu setempat, namun tertahan di Bangladesh karena izin melintas dari India ditarik sehingga perlu negosiasi ulang.

"Misi utama tim ini adalah mengevakuasi WNI dan membuka posko pertama bagi bantuan Indonesia," kata Dubes Iwan.

Berdasarkan data Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI/BHI), saat ini tercatat 95 WNI berada di Nepal, terdiri atas 30 orang yang menetap dan 65 pengunjung.

Dari 65 WNI wisatawan tersebut, 42 orang telah dapat dan/atau sempat dihubungi dalam keadaan baik, 10 orang belum dapat dihubungi dan 13 orang sudah berada di luar Nepal.

Sementara dari 30 WNI yang menetap di Nepal, 23 orang telah dapat dihubungi berada dalam keadaan baik dan 7 orang belum dapat dihubungi. Hingga Kamis, gempa 7,9 SR yang berpusat di antara Kathmandu dan Pokhara, Nepal, telah mengakibatkan 5.500 korban jiwa dan ribuan orang luka-luka serta kerusakan infrastruktur, seperti jalan, bangunan fasilitas publik dan jembatan.

Sejumlah bangunan di sekitar Kota Kathmandu, beberapa kilometer dari Bandara Tribhuvan, tampak tinggal puing-puing dan bangunan yang masih berdiri tampak retak-retak. Lapangan di luar kompleks bandara juga digunakan oleh ratusan pengungsi untuk membangun tenda. (rol/antara/*)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

close