Amara Gelar Aksi 2 Jam, Jelang Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Pelajar (AMARA) Mamasa, menggelar aksi memenangkan pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Dalam bingkai menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan orasi dan menyalakan lilin jelang peringatan Hari Sumpah Pemuda (28/10/2018),

Mamasa Sulbar, Jatiluhuronline - Aksi yang berlangsung dua jam tersebut, Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Pelajar,Mamasa, meminta kepada seluruh Aparatur Negara. Dari mulai pusat hingga kepelosok negeri, untuk menjalankan kebijakan dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Sebagai salah satu spirit awal, pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Selain itu, Amara meminta kepada seluruh para elit Negeri. Untuk tidak melakukan segala jenis ketimpangan-ketimpangan, mulai dari Korupsi, kebijakan yang tidak pro rakyat. Serta segala bentuk tindakan pemerintah yang menyimpang, dari nilai-nilai kerakyatan dan Pancasila sebagai dasar negara. 

Amara juga menyuarakan, bahwa Indonesia merupakan negara hukum yang menjamin kebebasan beragama. Dan jelas diatur dalam Konstitusi Negara Pasal 28e ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Atas dasar itu, pihak Amara mengutuk keras tindakan pemerintah kota Jambi, atas kasus penyegelan tiga Gereja. Dan mendesak presiden Jokowi beserta menteri Agama RI, untuk memberikan solusi terhadap tiga gereja tersebut. 

"Kami juga mendesak Lembaga-lembaga gereja, untuk mengeluarkan pernyataan sikap mengenai penyegelan tiga gereja di kota Jambi ", Kata Ketua GMKI Mamasa, Pampang Tiku, dalam orasinya Sabtu (27/10/2018) malam di Mamasa Sulawesi Barat. 

Amara Mamasa menuntut, meminta kepada seluruh penentu kebijakan, hususnya di Kabupaten Mamasa. Untuk melakukan reforma Agraria secara lebih luas, dan melakukan inovasi dalam mendukung peningkatan produktivitas. 

"Wujudkan pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis berdasarakan Undang-undang nomor 20 tahun 2003. Dimana disana disebutkan, tentang dasar Pendidikan Nasional yang berdasarkan Pancasila." imbuhnya. 

Penyalaan lilin dilakukan, sebagai simbolis rasa kemanusiaan. Dimana tragedi-tragedi melanda sejumlah daerah di Indonesia, diantaranya Gempa yang terjadi di Lombok, Tsunami di Palu Sulawesi Tengah, dan penyegelan Gereja di Jambi serta juga pembakaran Bendera bertuliskan kalimat Tauhid yang terjadi di Garut Jawa Barat. (***/Why)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

close