Antisipasi Krisis Air Bersih, Pemkab Purwakarta Siapkan Anggaran Rp. 350 Juta

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius, pimpin pendistribusian air bersih bagi warga di Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru, yang terdampak kekeringan, Selasa (2/7/2017). Photo : Humas Polres Purwakarta
PURWAKARTA, JATILUHURONLINE.COM - Mayoritas di wilayah kabupaten kabupaten Purwakarta rawan krisis air bersih pada musim kemarau. Dari total 17 kecamatan terdapat 13 kecamatan yang masuk kategori zona merah rawan krisis air bersih.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Purwakarta Wahyu Wibisono mengatakan, walau pihaknya belum menerima laporan wilayah yang mengalami krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini, namun ia sudah siaga dalam mengatasi bencana kekeringan di Purwakarta. 

"Tapi sampai saat ini, kami belum menerima laporan dari warga soal wilayah yang sudah dilanda kekeringan," katanya. Senin, (8/7/2019).

Untuk itulah pihaknya kini selalu siap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi adanya daerah yang mengalami krisis air bersih.

Jika nanti pihaknya menerima laporan mengenai adanya daerah yang mengalami krisis air bersih, pihaknya siap mendistribusikan air bersih dengan menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum setempat dan pihak swasta.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyampaikan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 350 juta untuk mengantisipasi bencana kekeringan.

Anggaran tersebut, difokuskan untuk pengadaan air bersih yang nantinya didistribusikan ke wilayah yang kekeringan.

Anggaran sebesar Rp 350 juta ini terbagi di dua instansi. Yaitu, yang dikelola oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) sebesar Rp 150 juta. Selebihnya, yang Rp 200 juta dikelola di Bagian Kesra Setda Purwakarta.

"Setiap tahun, kita selalu menganggarkan biaya untuk mengantisipasi bencana kekeringan," ujar Anne. (ant/rol/jto/ar)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER