Pengadaan Mobil Ambulance di Purwakarta, DPMD Sebut Tak Terlibat

PURWAKARTA, JATILUHURONLINE.COM - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Purwakarta mengungkapkan bahwa pihaknya tidak teribat dalam proses pengadaan mobil ambulance yang tersebar ke desa-desa di Kabupaten Purwakarta.

Kepala DPMD kabupaten Purwakarta Panda Dinata menilai Pengadaan mobil ambulance untuk sarana transportasi kesehatan itu bukan bagian dari kewenangannya dan bukan bagian dari dana desa, tapi menggunakan Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP) tahun 2017-2018 dan tidak melibatkan DPMD.

“Itu kan dana bagi hasil pajak, DPMD tidak terlibat apapun dalam pengadaan tersebut, karena itu bukan wilayah kami," katanya kepada awak media.

Menurut Panda, kalaupun ada perbedaan pemilihan unit merk, maka pihak desa boleh memilih sesuai kebutuhan dan disesuaikan dengan anggaran masing-masing desa. 

"Perbedaan pemilihan unit merk Wuling ataupun Suzuki, silahkan saja tanya ke desa masing-masing, ini kan pasti berkaitan dengan anggaran dana bagi hasil pajak yang diperoleh tiap desa, semua itu desa yang mengetahui” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelontorkan dana bagi hasil untuk desa sebesar Rp 43 miliar. Anggaran tersebut, salah satunya diperuntukan untuk pengadaan ambulance desa, dan saat ini seluruh desa di Purwakarta yang jumlahnya mencapai 183 sudah memiliki ambulance.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, mengatakan, selama ini pemerintahan desa sudah ada yang memiliki ambulan. Namun, belum semuanya. Karena itu, di 2019 ini seluruh desa sudah memiliki mobil ambulan. Dengan rincian, 178 merupakan mobil ambulance baru.
Sisanya, lima desa lagi belum bisa membeli ambulan sendiri. Namun, pengadaannya sudah dilakukan oleh pemkab.

"Jadi, alokasi dari DBH ini, mayoritas terserap untuk pengadaan ambulans. Adapun, desa yang mendapat bagi hasilnya kecil, serta tidak mampu membeli ambulans, maka desa tersebut mendapat bantuan ambulans dari pemkab," ujar Anne, saat launching ambulans desa di Kampung Paranggombong, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Rabu (26/6/2019).

Sementara itu, pengadaan mobil ambulance ditiap desa kabupaten Purwakarta, sempat menjadi bahan perbincangan dan dipertanyakan oleh berbagai kalangan, pasalnya pengadaan tersebut dianggap tidak transparan terlebih dalam pemilihan unit mobil dan merk yang akan dipergunakan. (tb/rol/jto/mh)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER