Penguatan Pendidikan Karakter, Pemkab Purwakarta Fokus Kelas Khusus Agama

Siswa-siswi DTA Nurul Islam saat mengikuti KBM agama diluar jam pelajaran umum -
Purwakarta, Jatiluhuronline.com - Upaya Pemerintah Daerah Purwakarta dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pendidikan terus dilakukan. Terutama dalam pembentukan karakter pada peserta didik melalui penambahan jam pelajaran agama. 

Diantara upaya tersebut, Pemkab Purwakarta bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) akan memfokuskan pelajaran agama di tingkat SD/SMP/SMA dengan menambah kelas baru.

“Tujuan kami, ingin anak-anak bisa menguasai ilmu agama lebih banyak lagi layaknya pelajar dari madrasah tsanawiyah,” ujar Anne di sela-sela penadatangan MoU bersama Kementerian Agama di Aula Yudistira Purwakarta, Rabu (25/9/2019).

Menurut Anne, kesepakatan yang dibuat dengan Kemenag ini merupakan upaya dalam penguatan pendidikan karakter berbasis agama agar para siswa mendapatkan pelajaran agama lebih ekstra.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto menyampaikan, saat ini sekolah umum khususnya SD/SMP/SMA sudah menerapkan jam pelajaran agama hanya dua jam dalam seminggu, jika di bandingkan dengan pelajaran di tsanawiyah atau aliyah dinilai tidak seimbang. 

“Mulai saat ini sekolah harus menyiapkan pelajaran khusus keagamaan. Dengan penguatan ilmu agama ini diharapkan bisa memerbaiki akhlak para pelajar itu. Terutama, para pelajar yang tidak punya aktivitas membantu orang tua sepulang sekolah. Jadi, ketimbang bermain yang tidak jelas, lebih baik mereka ikut sekolah lagi dengan fokus pada program pelajaran agama,” jelas Purwanto.

Adapun untuk pelaksanaannya, kata Purwanto, akan dilakukan seperti halnya sekolah agama, yakni selepas pelajaran umum, anak-anak melanjutkan belajar dengan pelajaran khusus yakni agama. Dan untuk tempatnya, di bisa dilakukan di sekolah masing-masing.

“Untuk teknisnya, dari mulai kurikulum, guru sampai lokasi untuk KBM agama ini, nanti disesuaikan dengan usulan Kementerian Agama,” katanya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Tedi Ahmad Junaedi sangat mengapresiasi kebijakan Pemkab Purwakarta terkait penambahan pelajaran agama. Menurutnya, kerjasama ini bisa menjadi pilot projek di tingkat nasional.

“Sampai saat ini baru beberapa sekolah saja yang telah menerapkan konsep pendidikan tersebut. Kedepan, kami berharap seluruh sekolah, khususnya tingkat SMP bisa memfungsikan sekolahnya menjadi sarana penguatan pendidikan keagamaannya,” ujarnya. (ik/jto/mh)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER