LPPTKA-BKPRMI dan Pengembangan Kualitas Sumberdaya Qur'ani di Kabupaten Purwakarta


Pengayaan akan Metode Pembelajaran Al-Qur’an untuk Anak Usia Dini  di lingkungan intenal orgaisasi LPPTKA-BKPRMI Kab. Purwakarta mulai dilakukan sejak tahun 2006 hingga sekarang. 

Sebelumnya Pelatihan-pelatihan dilaksanakan terbuka untuk umum sehingga LPPTKA-BKPRMI lebih dikenal di Kabupaten Purwakarta.

Sejak Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (LPPTKA)- BKPRMI dikendarai oleh Rohendi, S.Ag sebagai Direktur Daerah, kegiatan-kegiatan LPPTKA-BKPRMI lebih berorientasi para  penguatan kualitas sumber daya anggota, khususnya pengurus dan guru-guru TKA/TPA. 

Setiap kegiatan yang dilakukan lebih bersifat non-profit dengan sumber dana yang mandiri sehingga melahirkan kader-kader yang berkualitas, yang kini menjadi penggerak organisasi saat mantan ketua LPPTKA-BKPRMI dua periode tersebut kini menjadi Ketua Umum (Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia) BKPRMI Kabupaten Purwakarta.  

Kader-kader terbaik lahir berawal dari kumpulan ibu-ibu yang lugu, yang kini berubah menjadi motor organisasi dan sekaligus orator dalam melaksanakan program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an pada anak usia dini.  

Ibu-ibu yang awalnya hanya lulusan SLTA kini meningkat menjadi ibu-ibu yang menyandang gelar akademis S1 dan S2. 

LPPTKA-BKPRMI tetap berkomitmen bahwa setiap organisasi harus siap mengikuti perubahan dan tidak merasa cukup di zona nyaman.

Pada kegiatan “ Diklat Pembelajaran Al-Qur’an melalui Metode Tilawati untuk Anak Usia Dini” yang di selenggarakan oleh LPPTKA-BKPRMI dan Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) pada tanggal 18 Nopember 2019 di TKA Syuhada, Ketua BKPRMI dan sekaligus ketua FKPQ Kabupaten Purwakarta tersebut mengatakan bahwa Guru harus mau membuka diri untuk mau mencoba metode-metode yang baru. 

Metode janganlah di jadikan sebuah ideologi apalagi diposisikan seperti kitab suci. Metode harus tetapi dievaluasi meskipun sudah lama terimplementasi. 

Metode Tilawati merupakan metode yang relatif baru, kini memperkaya metode pembelajaran Cara Cepat Membaca Al-Qur’an untuk Anak Usia Dini. 

Sebagai metode yang datang kemudian, tentunya metode ini menyempurnakan metode-metode yang ada sebelumnya. Metode Tilawati menitik beratkan pada penguasaan makhorijul huruf, langgam bacaan dan hafalan memberikan nilai tambah pada metode sebelumnya. 

Gaya pembelajaran klasikal yang dilakukan lebih menggiring para siswa atau santri untuk dapat dengan cepat dan serempak mampu membaca Al-Qur’an.  

Beberapa PAUD Al-Qur’an telah melaksanakan metode ini dengan hasil testimony yang menggembirakan. Metode ini layak untuk dicoba dan diimplementasikan, karena didalamnya penuh dengan teknik belajar yang mengundang pada anak pada kegembiraan. 

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

ads