KAA Dukung Palestina Merdeka


JATILUHURONLINE.id. Warga Palestina tengah menghadapi kesulitan luar biasa dalam mewujudkan negara merdeka. Karena itu, mereka pun sangat bersemangat memperjuangkan hal tersebut melalui Konferensi Asia-Afrika (KAA) 2015 yang dihadirinya.
Analis berpendapat, partisipasi Palestina dalam (KAA) yang berlangsung di Indonesia pada 19–24 April 2015 akan berkontribusi dalam mencapai tujuan "internasionalisasi perjuangan rakyat Palestina" dan membangun negara merdeka.
Mereka juga percaya, hal itu bisa terwujud berdasarkan sejarah ikatan yang baik antara Palestina dan banyak negara Asia-Afrika. Rakyat Palestina masih mengandalkan dukungan komunitas Asia-Afrika untuk perjuangan mencapai kemerdekaan berasas kedamaian hidup berdampingan.
Dalam peringatan ke-60 KAA dan perayaan ke-10 Kemitraan Strategis Baru Asia-Afrika (NAASP), Indonesia menjadi tuan rumah dari serangkaian acara tingkat tinggi dengan tema ‘Penguatan Kerjasama Selatan-selatan dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia" di Jakarta dan Bandung.
Pertemuan puncak itu akan menekankan Lima Prinsip Hidup Berdampingan secara Damai yang diinisiasi pada 1945 oleh pemimpin China, India, dan Myanmar, selain prinsip Dasasila Bandung yang dalam sejarah tercatat membangkitkan kemerdekaan negara-negara baru di Asia-Afrika setelah 1955.
Kedua prinsip besar tersebut bermakna penghormatan yang setara bagi kedaulatan dan integritas teritorial, tidak saling menyerang, tidak saling ikut campur dalam urusan dalam negeri masing-masing negara, kesetaraan dan saling menguntungkan, serta hidup berdampingan secara damai.
"Menghadiri pertemuan tingkat tinggi di Jakarta adalah sebuah kesempatan untuk mengulangi prinsip-prinsip hidup berdampingan yang diprakarsai oleh KAA dan untuk menyampaikan prinsip-prinsip itu ke wilayah Timur Tengah yang telah melewati krisis, perang, dan ketidakstabilan,” kata Asisten Menteri Luar Negeri Palestina untuk Asia, Afrika, dan Australia Mazen Shameya kepada Xinhua, Sabtu (18/4/2015).
“Pertemuan tingkat tinggi Jakarta diadakan ketika perjuangan Palestina melewati situasi yang rumit di tengah tidak adanya masa depan politik, terutama setelah hasil pemilu Israel,” sambungnya.
Dia menGatakan, saat partai sayap kanan Israel, Partai Likud yang mendukung PM Benjamin Netanyahu, memenangi pemilu parlemen pada Maret, situasi rakyat Palestina menjadi lebih rumit. Sebab, Netanyahu pernah mengatakan bahwa jika dia menang maka tak akan ada negara Palestina.
"Kami semua mengerahkan upaya untuk mendapat dukungan internasional terbesar untuk perjuangan Palestina. Demi untuk menyiapkan lagi dan menyerahkan rancangan resolusi ke Dewan Keamanan PBB untuk mengakhiri pendudukan Israel. Selama pertemuan tingkat tinggi di Jakarta, kami akan fokus pada tujuan ini," kata Mazen. [ramallah]

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

close