Pemda Purwakarta Akan Membangun Laboratorium Batu Akik

Pemerintah Daerah Purwakarta menggelar festival batu akik selama tiga hari Rabu (29/4). Festival tersebut diikuti 80 peserta se Indonesia.
JATILUHURONLINE - PURWAKARTA, Pememerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akan membuat laboratorium untuk menguji batu akik. Dengan maksud, batu tersebut memiliki standarisasi serta bernilai ekonomis tinggi di Indonesia khususnya, bahkan ke mancanegara.
Kang Dedi Mulyadi selaku Bupati Purwakarta mengaku pihaknya serius akan membuat laboratorium tersebut. Anggarannya akan diambil dari APBD perubahan 2015 ini.

"Bila perlu di Indonesia ini, ada lembaga otoritas jasa akik," ujar Kang Dedi, seperti dikutip di Republika, Ahad (3/5).

Menurut Dedi, standarisasi batu akik sangat penting. Dia mencontohkan, Singapura merupakan negara kecil yang tidak punya kekayaan alam melimpah seperti Indonesia. Mereka tidak punya minyak, sumber air, gunung, tambang, tapi mereka maju karena di sana letak semua standarisasi.

Seperti halnya dalam perbankan dan keuangan ada lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melakukan standarisasi. Batu akik juga harus memiliki lembaga otoritas jasa akik.
Pada laboratorium batu akik tersebut masyarakat atau penggemar batu akik dapat melakukan uji lab sebagai ukuran kualitas batu, tahun, dan unsur apa saja yang terkandung di dalamnya. Tentunya harga batu tidak dinilai hanya berdasarkan subjektivitas semata. Tapi berstandar. Batu yang kualitasnya teruji lab, maka nilainya akan tinggi.

Sementara itu, festival batu akik di Purwakarta berlangsung selama pekan kemarin, muncul fenomena baru. Ternyata, Purwakarta juga memiliki batu akik khas wilayah tersebut. Yakni, batu akik Cikao atau masyarakat Purwakarta menyebutnya "Bacika" batu akik asal Sungai Cikao, batu Ciherang asal Sungai Ciherang, batu Maniis asal Kecamatan Maniis, serta batu Cikeris asal Desa Cikeris. [rol/*]

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

close