Pramuka, Salah Satu Ekskul MTs BIA


Karawang, Jatiluhuronline - Ekstrakurikuler jadi solusi mendidik kedewasaan siswa di setiap lembaga pendidikan. Pasalnya peserta didik selain diajarkan materi inti keorganisasian, mereka juga diajarkan berbicara di muka umum dengan sikap dewasa. Hal ini akan menumbuhkan jiwa sosial untuk kemudian mampu bermasyarakat seusai tamat sekolah nanti.

Dengan itu pula, mereka dididik mental keberanian dan menumbuhkan karakteristik masing-masing siswa. Sebagaimana yang dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Bina Insan Assalafi, Cilamaya Wetan Karawang, yang menyediakan beberapa Ekstrakurikuler untuk menunjang efektivitas kegiatan belajar mengajar.

Maman Suherman, Pembina OSIS Seakaligus Pengajar di Madrasah Tsanawiyah Bina Insan Assalafi mengatakan, sekolah saja tidak menjamin keberhasilan siswa-siswi untuk menjadi dewasa, jika tidak dibarengi Ekstrakurikuler. Karenanya ia menganjurkan Siswa-siswinya untuk memilih salah satu Ekstrakurikuler yang disukainya.

“Dengan Ekstrakurikuler anak-anak akan banyak belajar berbagai ilmu yang tidak akan pernah ditemui di bangku sekolah. Karena ilmu yang akan mereka dapat adalah berupa pengalaman. Termasuk menumbuhkan karakter, keberanian, kedewasaan, semua hanya bisa didapat di Ekstrakurikuler,” ujar Maman (21/05) kepada jatiluhuronline.id

Menurutnya walau pertemuan dalam ekstrakurikuler hanya satu hari dalam satu minggu, namun efektivitasnya cukup membuahkan hasil. Dikatakannya pula ada perbedaan antara siswa yang aktif organisasi dengan siswa yang tidak aktif organisasi.

Sebagaimana yang dirasakan oleh Feri, salah seorang siswa yang aktif di PMR (Palang Merah Remaja) ia mengatakan senang dan banyak mempelajari yang tidak diajarkan saat sekolah.

“Kami mengikuti kegiatan ini sangat senang karena selain bermain bersama teman-teman, juga kami dapat mengambil pelajaran dari permainan yang ada dalam kegiatan ini,” ujar Feri

Hal serupa dikatakan Siyfaul Janah, salah seorang siswi juga mengatakan dirinya termotivasi untuk lebih giat lagi belajar di sekolah setelah menerjunkan diri menjadi aktivis Ekstrakurikuler.

“Kegiatannya sangat menyenangkan juga memotivasi untuk lebih giat lagi belajar. Dengan aktif di organisasi mau gak mau kita harus pintar menghadapi masalah keorganisasian. Sedang untuk menjadi pintar tentu harus giat belajar,” ujar Syifa.

Beberapa Ekstrakurikuler yang disediakan ada PRAMUKA, PMR (Palang Merah Remaja), PASKIBRA, Fotografer, dan Jurnalistik. (AR/***)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

close