Bupati Purwakarta, Komentari Pemekaran Garut Selatan

Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi

Jatiluhuronline.id - Garut, Budayawan Sunda yang juga Bupati Purwakarta, Kang Dedi mulyadi mengingatkan semua pihak, agar mencermati keinginan pemekaran Garut Selatan di kabupaten Garut. Menurutnya, Otonomi di daerah Garut Selatan harus didasarkan pada penilaian etis bukan politis. Agar yang dikejar, bukan lah karena politik di wilayah otonomi baru itu.


"Jadi semangat otonomi daerah adalah pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di wilayah dimaksud, bukan karena kepentingan politik,", jelas Dedi dalam Seminar Kewaspadaan Nasional Berbasis Ketahanan Wilayah di pendopo kabupaten Garut, (11/06).

Karena orientasinya kesejahteraan, maka yang perlu dilakukan dalam otonomi tidak boleh mengesampingkan nilai budaya di wilayah tersebut. Sementara jika politik yang menjadi tujuan, maka menurut Dedi akan melahirkan kesenjangan baru.

"Politik itu lebih pada eksploitasi dan nilai ekonomi yang dikejar, ini bahaya bagi perjalanan otonomi pemekaran wilayah.", tegas Dedi.

Kongkritnya menurut Dedi, yang perlu dilakukan dalam menghadapi daerah otonomi baru (DOB), nilai budaya setempat harus lebih diutamakan. Budaya Sunda sudah mengajarkan, bagaimana menyimbolkan kekayaan alam hutan dan lautnya yang perlu dijaga.

"Sunda menyimbolkan hutan itu dengan harimau, ia harus terus dijaga agar tetap lebat dan geueuman. Sementara laut disimbolkan Nyi ratu cantik, yang perlu dijaga pula.", tambah Dedi.


Maka berbicara daerah otonomi baru, yang menghasilkan pemimpin baru. Pemimpin itu harus mampu menikah dengan hutan dan laut, dengan harimau dan Nyi ratu agar keberadaannya tak tereksploitasi karena nilai ekonomi. Tetapi yang ada adalah, menjadi sumber inspirasi untuk keunggulan wilayahnya. (HMS/***)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

close