Lagi Viral, Tanah Bernapas di Kanada


(Sumber: theweathernetwork.com)

Fenomena, Jatiluhuronline.com - Setelah masyarakat Indonesia dikejutkan dengan fenomena likuefaksi atau tanah yang bergerak di daerah Palu saat tsunami lalu, kali ini masyarakat dunia khususnya di Kanada yang dikejutkan dengan fenomena serupa. Meskipun tidak bergerak membawa benda-benda di atasnya berpindah posisi, namun tanah ini bergerak naik-turun layaknya sedang bernapas.

Kejadian tersebut dibagikan oleh seorang pengguna Twitter bernama Daniel Holland melalui akunnya @DannyDutch. Menurutnya tanah di hutan Quebec tersebut tampak seperti hidup dan sedang bernapas.
Tanah yang tampak hidup tersebut ternyata dapat dijelaskan secara ilmiah. Dilansir Daily Star bahwa fenomena yang tampak mengerikan tersebut bisa terjadi lantaran cuaca yang saat itu berlangsung di sana. Ketika ada badai petir yang menerjang maka tanah akan bercampur dengan air sehingga menyebabkan kepadatannya berkurang.

Lalu ketika angin bertiup kencang ke arah pohon-pohon tersebut, maka akan terjadi sebuah gaya yang menyebabkan pohon itu mudah ditarik ke atas dan ke bawah. Itulah yang menyebabkan mengapa tanah di hutan tersebut bergerak naik turun.

Seorang netizen bernama @Sketchumz juga mengungkapkan bahwa fenomena di Sacre-Coeur, Quebec tersebut bisa dikategorikan sebagai likuefaksi. Ia menjelaskan kalau likuefaksi akan terjadi apabila tanah yang tersusun atas komposisi pasir dan rumput akan bergerak apabila tanah tersebut terkena air yang kemudian terjebak dibawahnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa angin tersebut akan mencoba untuk menarik pohon ke atas. Ketika pohon menyalurkan energi tersebut ke bagian akarnya maka tanah akan mulai lelah untuk menahannya. Jika angin semakin kuat maka ada kemungkinan jika tanah pun menjadi pecah dan pada akhirnya beberapa pohon akan mulai roboh.

Kejadian itu ternyata bukan yang pertama kalinya terjadi. Pada September 2012 seorang warga dari kota Fort St. John, Kanada yang bernama Tonie juga mengirimkan video serupa. Mark Vanderwouw seorang ahli perpohonan dari Ontario, Kanada menuturkan bahwa tanah yang bergerak naik turun tersebut hanya sekadar ilusi penglihatan saja dan tidak ada kaitannya dengan tanah yang seolah-olah bernafas.

Semua itu terjadi karena pengaruh cuaca sehingga ia tidak menganjurkan para warga untuk pergi ke hutan karena sangat riskan terutama ketika angin sedang bertiup kencang. (****/MM)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

close