Musim Kemarau Tiba, 350 Hektare Sawah di Purwakarta Terancam Kekeringan

PURWAKARTA, JATILUHURONLINE.COM - Sejumlah areal pesawahan di beberapa kecamatan kabupaten Purwakarta terancam mengalami kekeringan di musim kemarau tahun ini.

Sawah yang terancam kekeringan pada musim kemarau tersebar di lima Kecamatan Maniis, Campaka, Cibatu Plered, dan Tegalwaru.

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Agus Sachlan Suherlan menyatakan, ada sekitar 350 hektare areal persawahan di Purwakarta yang merupakan sawah tadah hujan terancam kering.

"Sawah seluas 350 hektare yang terancam kekeringan itu sawah tadah hujan," kata Agus Rachlan Suherlan, di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis, (27/6/2019).

Agus mengatakan, areal persawahan tersebut usia tanamannya antara tiga pekan sampai 75 hari. Jadi perlu segera diantisipasi. Jika tidak, ratusan hektare sawah tersebut bisa puso.

"Kami sudah menyiapkan sejumlah solusi untuk menyelamatkan tanaman padi ini," ujar Agus.

Upaya yang dilakukan untuk mengantisipasinya, lanjut Agus, diantaranya dengan menyiapkan pompa air. Meskipun diakuinya pompa air ini bisa efektif jika ada sumber mata air.

Selain itu, para petani juga berinisiatif untuk membuat sumur pantek dalam mengantisipasi ancaman kekeringan, seperti yang dilakukan di Desa Benteng Kecamatan Campaka.

"Meskipun ada areal persawahan yang terancam kekeringan, sampai saat ini statusnya belum puso, karena pertanaman itu masih ada dan sebagian bisa diselamatkan dengan panen dini." katanya. (jto/ab)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER