Upaya Pemkab Purwakarta Cegah Paham Radikal Melalui Kearifan Budaya Lokal

Purwakarta, jatiluhuronline.com - Pemkab Purwakarta terus berupaya melakukan pencegahan terhadap berkembangnya paham organisasi yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila di Purwakarta.

Bupati Purwakarta Hj. Anne Ratna Mustika berinisiatif menerapkan penguatan budaya kearifan lokal sebagai proteksi dari paham tersebut terutama di kalangan generasi muda.

Menurut Anne, kultur tersebut nantinya bisa bertransformasi menjadi perilaku dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

“Kalau tidak ingin paham ini tumbuh subur, maka jati diri kultur kita harus diperkuat sejak usia dini, sehingga akarnya akan kuat,” ujar Anne di Purwakarta. Kamis, (1/8/2019).

Munculnya paham dari organisasi tertentu ini sangatlah berbahaya bagi keutuhan NKRI, untuk itu, perlu adanya proteksi dari Pemerintah dan peran serta masyarakarat untuk mencegah masuknya paham yang mengancam ideologi Pancasila.

“Paham seperti itu sangat berbahaya. Karena, bisa memunculkan embrio yang dapat mengancam ideologi negara, peran serta masyarakat sangat diperlukan,” jelas dia.

Anne mengaku, saat ini di wilayahnya sudah terlihat keberadaan organisasi seperti itu, oleh karenanya perlu ada proteksi, khususnya bagi anak-anak. Supaya, mereka tahu mana organisasi-organisasi yang dianggap bertentangan dengan ideologi Negara.

”Jadi harus diberitahu sejak dini, ini loh organisasinya, seperti ini lambangnya. Jadi, mereka nanti bisa memproteknya, yang terpenting mereka paham,”kata Anne.

Proteksi tersebut bisa dilakukan dengan menguatkan kultur budaya dan kearifan lokal di dunia pendidikan melalui mata pelajaran di sekolah supaya mereka tertanam rasa cinta terhadap lingkungannya, cinta terhadap alamnya, dan sesamanya.

“Kearifan budaya lokal seperti ini yang harus dipertahankan dan dikuatkan. Sehingga, nanti kalau ada paham yang masuk tidak sesuai dengan kultur kita, itu mereka bisa menangkal sendiri,” kata Anne.

Dirinya meyakini, jika anak-anak kembali ditanamkan kecintaan terhadap lingkungan, alam, dan kultur budaya, paham-paham yang mengancam ideologi Negara itu akan terproteksi dengan sendirinya. Dalam hal ini, tugas pemerintah sendiri tak lain dengan menyiapkan regulasinya.

Salah satu regulasi yang akan disiapkan, lanjut Anne, yakni dengan memperketat perizinan perumahan. Karena, menurut Anne, lahirnya paham tersebut kebanyakan dari luar daerah yang dibawa oleh warga yang tak tahu dengan kultur Purwakarta.

“Intinya, kami ingin memproteksi supaya paham-paham radikalise tak tumbuh subur di wilayah kami. Tentunya, kami juga menggandeng pihak kepolisian dan TNI,” pungkasnya. (mh)

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER